INOVASI DI
SEKOLAH TIDAK SELALU TERIKAT
OLEH ATURAN DAN ANGGARAN
Pendidikan
merupakan usaha sadar
dan terencana yang dilakukan oleh setiap individu dalam siklus kehidupan
sepanjang masa. Setiap individu membutuhkan pendidikan dan pembaharuan, sampai kapan dan
dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan
manusia akan sulit berkembang dan bahkan sulit melakukan pemmbaharuan kearah yang lebih baik. Dengan
demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang
berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan
moral yang baik.
Perubahan dan pembaharuan dalam dunia pendidikan merupakan persoalan yang kompleks karena
menyangkut beberapa hal
yang sangat erat kaitannya dengan pembaharuan dalam dunia pendidikan/sekolah di masa yang akan datang.
Banyak
faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan
akan senantiasa berubah, berbeda dan bervariasi bergantung pada faktor-faktor
yang mempengaruhinya antara lain faktor perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni. Untuk itu perlu diadakan inovasi pendidikan. Suatu inovasi akan bermanfaat untuk memecahkan
masalah pendidikan jika inovasi tersebut diterima dan diterapkan oleh para
tenaga kependidikan dalam mengelola pendidikan. Inovasi pendidikan akan terus
menjadi pembahasan yang tidak akan ada habisnya bagi praktisi pendidikan atau
orang-orang yang berada dalam dunia pendidikan, karena inovasi merupakan suatu
tindakan pembaharuan yang akan terus dilaksanakan selama proses pendidikan
masih berlangsung.
Sebenarnya dalam dunia pendidikan seperti di sekolah konsep aplikasi inovasi, bukan
merupakan suatu hal baru. Keberanian bertindak untuk transformasi suatu inovasi tidak
pernah berakhir walaupun hal tersebut bukan suatu hal yang mudah dilaksanakan seperti halnya mampu membalik
telapak tangan seketika.
Realita di lapangan, untuk melakukan sebuah kegiatan seringkali para
guru mengeluh dengan aturan dan ketersediaan anggaran yang dianggarkan dalam
perencanaan sebelumnya, kalau sebuah kegiatan itu mestinya ada aturan dan
anggaran yang tersedia, hal ini seringkali terdengar dalam ucapan tenaga
kependidikan di sekolah maupun di dinas-dinas, barangkali hal ini menjadi
sebuah tradisi di lingkungan lembaga pendidikan di aceh dewasa ini, ini menjadi
tren dilingkungan lembaga pendidikan dewasa ini,seolah-olah kalau tidak ada
perintah dalam aturan maka pekerjaan itu tidak bisa kita laksanakan, dan jika
tidak tersedia angggaran maka sebuah kegiatan sulit terlaksana.
Padahal belum tentu demikian, yang benar semua kegiatan bisa kita
laksanakan di sekolah asal kegiatan tersebut sejauh tidak bertentangan dengan
peraturan dan regulasi yang ada, dan tidak semua kegiatan terikat dengan
anggara rumah sekolah, walaupun sebuah kegiatan yang bagus tidak masuk dalam
perencanaan anggara sekolah, namun kegiatan tersebut bisa dilaksanakan lewat
iuran sesama guru untuk kegiatan pengembangan profesi guru dan sejenisnya,
misalnya mengundang tenaga ahli kesekolah untuk memberi materi kepada guru
tentang pemantapan pemahaman kurikulum bagi guru dan juga tentang pemhaman guru
mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab peserta didik, kemudian untuk
mengembangkan potensi siswa, jika misal tidak tersebut dalam regulasi dan tidak
masuk dalam perencanaan anggara sebelumnya, maka seorang guru atau pihak
sekolah bisa duduk dengan komite madasarah/sekolah untuk membicarakan tentang
upayan sekolah untuk pemantapan pembelajaran bagi murid, dalam hal ini bisa di
musyawarahkan dalam forum komite madrasah, dengan melibatkan seluruh wali murid
dan masyarakat untuk sama-sama memikirkan calon genaerasi yang akan datang
untuk pengembangan anak-anak mereka kearah yang lebih bagus.
Tentu ketika wacana inovasi digulirkan di sekolah oleh seorang guru
atau kepala sekolah atau kepala Dinas akan melahirkan pro kontra, hal ini
tidaklah menjadi berat, karena jika melihat secara historis orang tua kita
terdahulu melaksanakan kegiatan keagamaan seperti perayaan Maulid, memperingati
halal bi halal dan perayaan hari-hari
besar Islam di lembaga Pendidikan agama di kampung-kampung itu terlaksana
dengan sukses. Maka dari itu inovasi bukanlah suatu hal yang sulit dilkukan di
sekolah,
Suatu upaya dan terobosan terus menerus yang bisa dilakukan oleh
seseorang untuk
menjawab tantangan atau memecahkan berbagai permasalahan dalam rangka
meningkatkan kualitas hidup khususnya kualitas pendidikan di sekolah perlu
adanya sesuatu yang baru dalam bidang pendidikan yang dinamakan inovasi
pendidikan. Suatu inovasi benar-benar dapat bermanfaat untuk memecahkan masalah
pendidikan, jika inovasi itu dapat diterima dan diterapkan oleh para pelaksana
kegiatan pendidikan (pendidik). Oleh karena itu perlu pemahaman tentang
pengembangan inovasi di sekolah. Para pendidik perlu memahami tentang inovasi
pendidikan baik mengenai pengertian, penyebaran, proses keputusan penerimaan
atau penolakan, serta peran wahana pembaharu. Merujuk pada pandangan Owens dan Steinhoff dalam Mirfani (2003: 3) upaya perubahan
di sekolah dapat dilakukan pada empat dimensi yaitu: 1) Dimensi personil, 2)
Dimensi struktur, 3) Dimensi tugas, 4) Dimensi teknologi.
1)
Dimensi personil. Dalam hal ini upaya perbaikan biasa diarahkan pada
perubahan-perubahan sikap dan persepsi, penguasaan dan pengintegrasian
pengetahuan, perluasan dan penghalusan pengetahuan, penggunaan pengetahuan
secara bermakna, serta kebiasaan-kebiasaan berfikir produktif. Bagaiamana agar
semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) dengan penyelenggaraan sekolah
memiliki persepsi yang sama tentang manajemen berbasis sekolah.
2)
Dimensi struktur. Di sini upaya perubahan bisa dilakukan dalam penataan
kembali pola pengorganisasian sekolah dan atau kelas. Dalam rangka manajemen
berbasis sekolah antara lain hadir yang namanya Dewan/Komite sekolah.
3)
Dimensi tugas. Upaya perubahan pada komponen ini mengarah pada penataan
kembali beban, wewenang, tanggung jawab, baik dalam pengajaran atau
implementasi kurikulum, supervisi, tatalaksana kantor, maupun pelayanan lainnya.
Manajemen Berbasis Sekolah memberikan wewenang dan tanggung jawab yang lebih
besar kepada kepala sekolah beserta seluruh jajaran stafnya.
4)
Dimensi teknologi. Yang dapat dilakukan dengan perekayasaan alat dan media
pembelajaran, penataan kembali sarana prasarana sekolah, perekayasaan prosedur,
metode, teknik kerja. Dalam manajaemaen berbasis sekolah prosedur, metode, dan
teknik pengambilan keputusan dapat terjadi perekayasaan dari pola-pola
sebelumnya.
Sementara Hamidjojo (1974:17) berpendapat
bahwa bidang-bidang inovasi pendidikan dapat dirinci sebagai berikut ini:
1) Bidang peserta didik (pelajar)
2) Bidang tujuan pendidikan pendidikan
3) Isi pelajaran
4) Media pembelajaran
5) Fasilitas pendidikan
6) Metode dan teknik komunikasi
7) Hasil pendidikan
Menurut
Suryadi (2009: 67-68) dalam meningkatkan mutu/kualitas pendidikan dapat
dilakukan melalui penilaian terhadap kinerja dan kelayakan sekolah, terutama
terkait dengan Sembilan focus utama penilaian, yaitu sebagai berikut;
1) Kurikulum/proses belajar mengajar
2) Manajemen sekolah
3) Organisasi/kelembagaan sekolah
4) Sarana dan prasarana
5) Ketenagaan
6) Pembiayaan
7) Pesereta didik
8) Peran serta masyarakat, dan
9) Lingkungan/budaya sekolah.
Suharsaputra (2010: 316-317)
berpendapat bahwa dalam dunia pendidikan/sekolah, inovasi dan sikap serta
kinerja inovatif dari pendidik sangat diperlukan dan menentukan bagi
keberhasilan adopsi dan implementasi inovasi pendidikan.
Dengan
demikian guru mempunyai peran yang menentukan dalam tataran teknis pendidikan
yaitu pembelajaran dan dalam melaksanakan tugasnya perlu mempunyai kemamapuan
inovatif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sejalan dengan hal tersebut Dalam
upaya untuk mendorong makin tumbuhnya inovsi dikalangan guru, terdapat beberapa
langkah/tahapan yang amat penting untuk dikondisikan dalam suatu organisasi
sekolah. Menurut Suharsaputra (2010 : 322) tahapan-tahapan tersebut adalah :
a. Guru sebagai pembelajar
b. Guru sebagai pengadopsi
c. Guru sebagai pengembang
d. Guru sebagai pencipta
Dari
beberapa uraian di atas bahwa pelaksanaan manajemen inovasi di sekolah
dapat dilakukan dalam berbagai aspek. Setiap sekolah pada umumnya telah
memiliki visi, misi dan tujuan yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan
pendidikan di sekolah. Oleh karena itu mutlak diperlukan pembaharuan atau
inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah agar semua tujuan
pendidikan dapat tercapai. Selanjutnya menurut penulis untuk melakukan inovasi di sekolah ada
berbagai macam upaya yang bisa dilakukan oleh guru di sekolah, untuk melakukan inovasi itu perlu adanya beberapa hal, sebagai
berikut:
1.
Kemauan yang kuat dalam diri seorang
pendidik untuk selalu melakukan pembaharuan dan perubahan kearah yang lebih
baik.
2.
Sungguh-sungguh untuk selalu berusaha
memberikan yang terbaik untuk pelayanan kepada Agama dan Bangsa
3.
Utamakan Keikhlasan dalam berbuat,
segala sesuatu akan terasa ringan kita lakukan, seumpama melaksanakan gotong
royong bersama di sekolah.
4.
Optimalkan semangat dari diri sendiri
untuk ada rasa memiliki terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai pencerah anak
bangsa,
5.
Selalu teguhkan dalam hati bahwa
pekerjaan yang baik kita lakukan akan mendapat fahala dari Allah Subhanahu Wa
Ta’ala.
Wallahu A’lam
Bissawaf...
Pekerjaan
: Guru Honor MTsN Bambong dan Mahasiswa Pasca Sarjana
UIN-ar-Raniry Banda Aceh
Telpon/HP : 0823 6776 9035.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar